Peningkatan dan Pengembangan Karier bagi para Eksekutif

Gambar ini bisa diganti menurut selera dan keinginanmu. Bisa tentang Sekolahmu, Teman-temanmu, Kegiatanmu, sampai Keluargamu tercinta.

Suasana Belajar di dalam Kelas Yunior

Gambar ini bisa diganti menurut selera dan keinginanmu. Bisa tentang Sekolahmu, Teman-temanmu, Kegiatanmu, sampai Keluargamu tercinta.

Fresh Graduate yang siap menghadapi tantangan Karier dan Profesi masing-masing

Gambar ini bisa diganti menurut selera dan keinginanmu. Bisa tentang Sekolahmu, Teman-temanmu, Kegiatanmu, sampai Keluargamu tercinta.

Suasana belajar di dalam Collage yang sangat menyenangkan

Gambar ini bisa diganti menurut selera dan keinginanmu. Bisa tentang Sekolahmu, Teman-temanmu, Kegiatanmu, sampai Keluargamu tercinta.

Pertemuan para Ilmuan dan Cendikiawan International Summit di Jepang

Gambar ini bisa diganti menurut selera dan keinginanmu. Bisa tentang Sekolahmu, Teman-temanmu, Kegiatanmu, sampai Keluargamu tercinta.

< Mentor Massage > Jangan lupa belajar setiap hari, ulangi lagi pelajaran dari Sekolah. Blog ini akan mendampingimu untuk Mencapai Prestasi....!
Tampilkan postingan dengan label Inovasi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inovasi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

Generasi Galau, Bentuk Pencarian Jati Diri: Who am I?


oleh: Rosaria Lia


Muncul trademark ter-update yang sekarang ini menjadi tren di kalangan anak muda Indonesia, Generasi Galau. Galau kenapa sih, kawan?

Ingin mencari jati diri? Ingin pergi ke langit memetik bintang untuk pujaan hati? Atau bingung bagaimana menggapai cita?

Nah ini nih untungnya kamu berteman dengan kesekolah.com. Kesekolah.com punya koq solusinya.

Ayo, kenali dirimu! Who am I? bisa menjadi salah satu cara untuk mengubah kegalauan mu menjadi PD-mu! Percaya Diri, sehingga kamu akan siap meraih cita dan cinta.

Gimana sih cara kenali siapa aku?

Cara pertama adalah dengan mengidentifikasi siapa dirimu dari karaktermu. Apakah akuDominan: suka berterus terang, meyukai tantangan dan ingin memimpin di segala kondisi? Apakah aku influence: penuh warna, ceria, optimis dan suka bercanda? Apakah aku Steadiness: orang yang kalem, tenang dan suka membantu? Atau aku orang yangConscientiousness: penuh perhitungan, rapi dan teliti?

Nah, coba pelan-pelan rasakan dan pilih yang mana yang sesuai dengan kamu. Yuk, kesekolah.com bantu mengenali dirimu!

Sudah tahu "Who am I?" sesuai dengan karaktermu? Jangan galau ya, PD aja dengan yang siapa kamu! Mau tahu lebih lanjut tentang bagaimana cara mengenal dirimu? Tunggu artikel berikutnya!

Dipersembahkah oleh kesekolah.com & DiSC.

Inspirasi Dalam Kelas



Oleh : Rosaria - www.kesekolah.com
Siapa bilang kelas harus terdiri dari 30 meja dan kurusi yang disusun teratur? Tidak harus selalu begitu lho! Seperti yang kita tahu, di Indonesia pun sudah mulai banyak bermunculan sekolah dengan tata ruang yang lebih dinamis dan warna warni. Nah, ada satu lagi penataan ruang belajar baru yang menarik yang terdapat di Swedia, ruang kelas yang unik ini dibuat menjadi ruangan kelas yang tidak menyerupai ruangan kelas pada umunya; sekolah tanpa kelas, kelas tanpa ruang kelas. Tidak ada meja dan kursi yang dijajar berbaris rapi. Tidak ada papan tulis berwarna hitam atau putih yang menjadi center atau titik pandang berbanding lurus dengan siswa, dengan posisi bapak atau ibu guru berdiri di depan.

Seperti yang dilarik di salah satu artikel edudemic, penataan ruang belajar yang sekarang sedang menjadi berita di Swedia ini sangat seru dan menarik, ruang kelas menjadi ruang bebas yang didesign sedemikian rupa untuk meningkatkan kenyamanan dan antusiasme belajar. Segala fitur yang terdapat di ruang belajar ini didesign untuk menggelitik rasa keingintahuan dan kreatifitas siswa. Mau lihat seperti apa?

Ruang 1

Ruang 2

Ruang 3

Ruang 4

Ruang 5

Rosan Bosch, arsitek dari sekolah ini sengaja mendesign ruang kelas yang ada untuk mendorong siswa lebih independent dan kolaboratif. Dari peralatan, sudut kelas dan bahkan furnitur yang dipilih pun bertujuan untuk belajar siswa. Menurut Bosch, setiap inci dari ruang kelas ini bisa dijadikan media dan alat bantu belajar. Ternyata, sistem belajar unik dan bebas ini tidak hanya terdapat di cara penataan ruangannya saja, namun juga pada sistem penilaian. Sekolah ini tidak mengunakan angka untuk mengukur tingkat kepandaian siswa, bahkan siswa dikategorikan sekelas bukan berdasarkan umur, namun berdasarkan tingkat kemampuannya.

Yang lebih menyenangkan lagi, pendaftaran masuk ke sekolah ini free alias bebas biaya, selama orang tua siswa membayar pajak negara. Setiap anak akan mendapatkan "personal number", seperti nomor kartu penduduk yang bisa diidentifikasi ketika mau registrasi ke sekolah. Waaa, asyik ya?

Apakah sistem belajar seperti ini akan muncul juga di Indonesia? Well, we’ll see. Satu hal yang menarik yang bisa menjadi inspirasi dari sekolah tanpa ruang kelas ini adalah kita bisa memanfaatkan seluruh sudut kelas untuk mengeksplorasi rasa keingintahuan anak, baik dari furnitur, peralatan yang ditempatkan di ruangan, hingga pemilihan warna dan nuansa kelas. Pemilihan fitur dan alat yang bisa merangsang anak untuk bertanya dan berfikir bisa menjadi hal positif yang menginspirasi. Jadi bagi bapak ibu guru, jangan segan berkreasi untuk menciptakan ruang kelas yang seru dan asyik, sehingga bisa membangkitkan kreatifitas dan memacu keingintahuan anak. Berani coba?

Kamis, 22 November 2012

Manfaat Teknologi Dalam Kelas



Teknologi. Hal satu ini sangat akrab dengan kehidupan kita. Seperti pada artikel solusi edukasi sebelumnya di :
http://www.kesekolah.com/solusi-pendidikan/evolusi-teknologi-yang-digunakan-di-kelas.html
kita bisa lihat berbagai macam bentuk evolusi teknologi yang digunakan di kelas, dari tahun 1650 Horn-book (Papan kayu dengan pelajaran yang dicetak populer di era colonial), 1850 - 1870 - ferule: tongkat penunjuk papan tulis di sekolah, 1870 - Magic Lantern (cikal bakal dari slide proyektor), 1890 - Papan tulis hingga ke 1900 - Pensil dan lain sebagainya.

Bagaimana memanfaatkan teknologi yang sekarang kita punya di tahun 2012 ini, khususnya untuk mendukung belajar di kelas? Banyak kejadian yang menginspirasi kesekolah.com untuk sharing mengenai cara memanfaatkan teknologi melalui artikel kali ini. Inspirasi ini datang dari curhatan teman-teman guru danprincipal. Misalnya saking banyaknya bahan pelajaran yang harus diajarkan, guru cukup kewalahan untuk menyampaikan semuanya dalam 1 - 2 jam pelajaran. Atau tingkat kebosanan anak yang cenderung besar, membuat guru harus memikirkan cara unik dan kreatif untuk mentransfer pengetahuan yang diajarkan. Dari sisi principal,principal harus memastikan semua berjalan dengan baik; guru mengajar dengan baik, murid bisa menerima dengan baik dan bahan pelajaran tersampaikan dengan baik pula.

Sekali lagi, teknologi bisa menjadi salah satu alternatif solusi yang baik untuk hal ini. Manfaatkan teknologi dengan baik untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Berikut beberapa tips yang kiranya bisa diterapkan di kelas.

1. Maksimalkan peralatan teknologi yang ada 

Salah satu komplain dari siswa yang paling sering terdengar adalah ketika guru sedang menulis di papan tulis dan siswa tidak bisa melihat tulisannya dengan jelas, entah karena tulisannya terlalu kecil atau saking banyaknya catatan yang harus dibuat.

Hal ini bisa diminimalisir dengan teknologi papan tulis interaktif. Dengan cukup menambahkan satu alat kecil di projektor yang sudah ada di kelas, papan tulis, tembok atau papan keras apapun, bisa mengubah tampilan menjadi interaktif. Tulisan guru bisa diperbesar dengan zoom in. Dengan pencahayaan yang cukup bagus, murid akan melihat tulisan dan gambar yang ditampilkan dengan jelas, bahkan untuk murid yang duduk di baris paling belakang. Ada berbagai pilihan spidol dari warna dan ukuran besar kecil untuk menulis.

2. Manfaatkan Internet

Manfaatkan internet yang mostly sudah tersedia di sekolah. Dengan adanya internet, guru bisa lebih leluasa lagi untuk mengeksplorasi bahan pelajaran yang sedang dipersiapkan untuk diajarkan kepada para siswa. Ada banyak sekali data, sumber dan bahan untuk memperkaya mata pelajaran yang akan diajarkan. Untuk pelajaran biologi misalnya. Guru ingin mengajarkan bahan mengenai pergerakan amoeba. Guru persiapkan terlebih dahulu hal-hal mengenai amoeba dan diperlengkap lagi dengan video yang bisa dipersiapkan terlebih dahulu. Atau misalnya guru ingin menunjukkan data lengkap mengenai pertumbuhan penduduk dunia, tentunya tugas ini sangat terbantu dengan adanya internet.

3. Manfaatkan social media, youtube dan situs pendidikan 

Manfaatkan juga hal-hal yang sering kita lakukan dan membawanya untuk mendorong kreatifitas belajar. Salah satunya adalah social media danblogging. Eksplorasi mengajarkan siswa untuk menulis kreatif melalui ajangblogging. Bakat dan talenta anak pun tersalurkan dengan baik. Atau belajar mengenai jurnalistik. Guru bisa mengarahkan untuk langsung browsing ke salah satu situs pendidikan, mengambil contoh salah satu artikel yang disesuaikan dengan topik dan langsung menganalisa bersama-sama dengan siswa.

4. Pastikan semua pelajaran bisa di save 

Bagian terpenting dalam belajar adalah dokumentasi. Dengan pendokumentasian yang baik, memungkinkan murid untuk mempelajari mata pelajaran yang telah diajarkan. Pelajaran yang telah terekam dengan baik di kelas bisa disimpan, bisa dibagikan atau diakses langsung oleh siswa, sehingga siswa bisa mengulangnya kembali di rumah untuk mendapatkan pemahaman pelajaran secara tuntas.

Memadupadankan teknologi dengan pengajaran di kelas merupakan cara efektif untuk merangsang kreatifitas anak, sekaligus mendorong interaksi belajar aktif antara guru dan anak didik. Kesekolah.com percaya teknologi tidak membawa dampak buruk kepada siswa, jika dibarengi dengan arahan penggunaan dan pendampingan. Terlebih, teknologi bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk belajar kreatif dan pendorong ampuh bagi siswa untuk mengetahui berbagai hal baru dan baru lagi.

Oleh : Rosaria - www.kesekolah.com

Otak Besar = IQ Tinggi ?



Teman-teman percaya gak dengan teori yang satu ini: Otak besar = IQ Tinggi? Kita pasti bertanya-tanya, bener gak ya...Kalau kita lihat di film-film fiction atau kartun sih tokoh pintar nya digambarkan dengan manusia berkepala plontos atau makluk berkepala besar. Bener atau hanya mitos?

Ternyata ada penelitiannya lho. Manusia berkepala lebih besar ternyata mempunyai kepandaian yang rata-rata lebih tinggi dibanding dengan manusia yang berkepala berukuran rata-rata.

Hal ini dibuktikan oleh sebuahstudi di Washington University di St. Louis yang mengungkapkan bahwa dari variasi scan otak bisa membantu membuktikan jika bagian-bagian tertentu dari otak bisa mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang.

Menurut penelitian yang dilakukan, ukuran otak ini memiliki peran, walaupun kecil. Melalui studi ini, ditemukan bahwa ukuran otak menentukan variasi 6,7% dalam kecerdasan. Well, it plays a role.

Studi ini dilanjutkan untuk mengukur kekuatan hubungan saraf antara korteks prefrontal kiri (tepat di belakang dahi) dan sisanya dari otak. Kekuatan area ini menyebabkan perbedaan 10% kecerdasan. Dengan kata lain, semakin kuat koneksi seseorang di area otak ini ... IQ orang tersebut lebih tinggi.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa konektivitas dengan bagian tertentu dari korteks prefrontal dapat memprediksi tingkat kecerdasan seseorang," kata Michael W. Cole, PhD, seorang peneliti postdoctoral dalam ilmu saraf kognitif di Washington University.

Tuh kan ada penelitiannya. Memang kalau berbicara soal otak, selalu menjadi misteri ya.

Temuan ini juga dapat menawarkan jalan baru untuk memahami bagaimana kerusakan dalam konektivitas otak global berkontribusi terhadap defisit mendalam kontrol kognitif terlihat pada skizofrenia dan penyakit mental lainnya,"saran Cole.

Banyak teori dan penelitian seputar otak manusia. Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu setuju dengan pendapat Michael W. Cole? Hayooo, pasti langsung ngaca untuk liat ukuran kepala ya?:)

Apapun itu, semoga ada penelitian lebih lanjut sehingga penasaran kita bisa terjawab. Jangan sampai yang ukuran rata-rata langsung merasa tidak pinter dan akhirnya jadi alasan tidak mau berkembang....Karena kalau mau pintar, selalu ada cara! So, mau pintar? Bisa saja! Sangat bisa! Pompa sel otak mu alias belajar! Yuk belajar bareng kesekolah.com!

Oleh : Rosaria - www.kesekolah.com

Minggu, 18 November 2012

Meja 'Pintar' Tingkatkan Kemampuan Matematika Anak

Harganya yang mahal membuat meja pintar belum menjadi
peralatan umum di sekolah.


KOMPAS.com - Meja belajar dengan teknologi yang memungkinkan proses interaktif bisa membantu kemampuan matematika murid sekolah dasar. Hal itu diungkapkan oleh para peneliti di Universitas Durham, Inggris, berdasarkan proyek selama tiga tahun yang melibatkan 400 siswa berusia delapan hingga 10 tahun.

Dilengkapi dengan layar sentuh yang memungkinkan interaksi antar beberapa pengguna, meja 'pintar' itu dirancang, diproduksi, dan diuji oleh Universitas Durham. Dengan meja tersebut maka para murid bisa bekerja sama tanpa ada individu yang mendominasi.

Salah seorang peneliti, Dr Emma Mercier, mengatakan meja pintar itu membantu para siswa untuk menemukan beragam jawaban atas pertanyaan aritmetika.

Guru sedikit berinteraksi

Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal pendidikan Learning and Instruction memperlihatkan meja pintar memungkinkan para murid berkolaborasi untuk menemukan jalan keluar. Ditambahkan bahwa siswa lebih terdorong untuk menggunakan ketrampilan matematika dalam memecahkan persoalan jika menggunakan meja pintar dibanding dengan menggunakan kertas.

"Kita bisa mencapai kepiawaian matematika melalui latihan, namun mendorong kemampuan siswa untuk menemukan berbagai jawaban atas persoalan matematika lebih sulit untuk diajarkan," tutur Dr Mercier.

Dengan menggunakan meja pintar yang dikembangkan Universitas Durham ini maka guru juga bisa mendapat masukan secara langsung dan memberikan bantuan setiap saat jika diperlukan.

"Belajar bersama berjalan dengan baik di kelas karena para siswa berinteraksi dan belajar dengan berbagai cara. Siswa menikmati pengerjaan matematika dengan cara ini dan selalu kecewa ketika mejanya dimatikan," tambag Dr Mercier.

Namun karena harga meja mahal maka masih diperlukan waktu yang panjang sebelum meja tersebut menjadi peralatan yang umum di sekolah-sekolah. Bagaimanapun, tim peneliti sudah berhasil menemukan beberapa cara untuk mengurangi biaya pembuatan meja pintar.

Sumber :BBC Indonesia

RESEP SUKSES BELAJAR

RESEP SUKSES BELAJAR

Math so Easy

MOTIVASI BELAJAR

MOTIVASI BELAJAR

Waktunya Belajar